Sunday, March 27, 2016

EV/EBITDA

November 21, 2013 By IndoAlpha Leave a Comment

EV/EBITDA adalah salah satu rasio yang digunakan untuk valuasi. EV/EBITDA ini fungsinya sangat mirip dengan Price Earning Ratio (PE), karena digunakan untuk membandingkan nilai perusahaan dengan laba yang mampu dihasilkan.

Pada EV/EBITDA, nilai perusahaan yang dipakai bukanlah harga saham tapi Enterprise Value (EV) yang merefleksikan seluruh nilai perusahaan dalam market value. Rumusnya adalah :

EV=market cap+nilai pasar saham preferen (jika ada)+nilai pasar dari minority interest (jika ada)+nilai pasar utang (jika ada)-investasi di anak perusahaan (jika ada)-cash
Ini adalah salah satu rumus paling menyebalkan di teori manajemen keuangan. Untuk mencari nilai pasar dari aset-aset keuangan suatu perusahaan tentu tidak mudah. Kami dapat membantu anda untuk menyediakan data-data ini.

Bagaimana caranya?

Selanjutnya, di bagian denominator, anda harus memakai EBITDA dan bukan net profit. EBITDA ini sebenarnya adalah laba operasional setelah mengeluarkan akun-akun depresiasi yang merupakan beban yang tidak ada transaksi cash secara riil.



Cara Aplikasi

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, bahwa EV/EBITDA ini mirip dengan PE, maka cara membacanya pun sama. Perusahaan yang memiliki EV/EBITDA lebih kecil dibanding perusahaan sejenis dapat dikategorikan sebagai perusahaan yang lebih murah.

Tapi jangan lupa juga, bahwa murah belum tentu baik. Saya yakin anda masih ingat bahwa masih banyak aspek-aspek kualitatif dan kuantitatif lain yang harus diperhitungkan untuk menentukan harga wajar perusahaan.

EV/EBITDA ini mungkin lebih relevan jika digunakan untuk perusahaan-perusahaan infrastruktur yang banyak mengandalkan utang untuk ekspansi. Perusahaan yang bergerak di industri telekomunikasi sangat cocok divaluasi menggunakan rasio ini. Selain itu, rasio ini sangat cocok digunakan untuk perusahaan yang net profit-nya dipengaruhi oleh laba-rugi dari selisih kurs atau kegiatan non-operasional lainnya.



Kelemahan

Sama seperti PE dan PBV, EV/EBITDA tentu juga memiliki banyak kelemahan, yakni :

Susah untuk dihitung. Tentu anda sudah menyadari ini dari melihat rumus EV di atas dimana anda harus mendapatkan banyak sekali harga pasar aset-aset keuangan suatu perusahaan yang akan anda hitung.
EV/EBITDA yang anda pakai tentu lebih relevan jika menggunakan data forward dibanding dengan menggunakan data trailing. Data forward tentu menggunakan asumsi yang tidak 100% benar.

Source: http://www.indoalpha.com/ev-ebitda/

No comments:

Post a Comment